Pengertian Berita :
Berita adalah laporan tentang suatu kejadian yang baru atau keterangan yang terbaru tentang suatu peristiwa; suatu fakta yang menarik perhatian atau gagasan yang perlu disampaikan kepada khalayak melalui media massa umum.

Teknik/Proses Pencarian Berita :
1. Mencari informasi awal tentang kejadian yang bernilai berita
Informasi awal dapat diperoleh dari berbagai sumber. Media massa (koran harian, internet, radio, televisi) adalah salah satu sumber informasi yang terus mengalir tak pernah henti. Bisa pula dari berbagai sumber personal, seperti pimpinan lembaga, atau kolega (kenalan) yang bekerja untuk suatu perusahaan dan memiliki cukup informasi tentang perusahaan/ lembaga tersebut.
Contoh kejadian: rapat anggaran DPRD, wisuda perguruan tinggi swasta, peresmian cabang baru bank syari’ah, lomba ilmiah remaja, seminar kebebasan pers/ berekspresi, peringatan hari bumi, pelatihan PR khusus BUMN.

2. Memastikan kejadian/ peristiwa yang akan diliput/ dicari informasinya
Melakukan konfirmasi berarti mengecek kepastian; baik kepastian jadi-tidaknya acara, kepastian partisipan/ peserta, penyelenggara, pihak/ pejabat yang akan membuka acara, rangkaian berserta waktu/ lamanya acara, aturan atau tata tertib peliputan (jika ada). Dengan demikian, reporter dapat mempersiapkan segala sesuatu; baik fisik, mental, peralatan, maupun tim peliput.

3. Mendokumentasikan seluruh informasi yang didapatkan
Informasi yang didapatkan setelah peliputan perlu dikumpulkan, disatukan, ‘ditabung’ sehingga siap untuk diolah lebih lanjut menjadi berita. Informasi dapat berupa: keterangan tentang 5W+1H, foto-foto dokumentasi, press release, profil lembaga, pidato, pernyataan tertulis, komentar (wawancara) dua-tiga narasumber, dan kesaksian saksi mata.


Teknik/Proses Penulisan berita :

1. Menetapkan sudut pandang (angle) pemberitaan sesuai (jenis) beritanya

Reporter menetapkan jenis berita yang akan dibuat (straight, soft, feature, analysis), kemudian menetapkan sudut pandang (angle) yang menarik-dan menguntungkan. Ukuran menarik-menguntungkan ini tentu saja dengan (perlu) mengingat sebagian besar khalayak yang akan menikmati berita kita. Angle pada dasarnya adalah penonjolan informasi, sekaligus pintu masuk (entry point) ke dalam berita. Rapat Anggaran DPRD dapat mengambil angle: alokasi anggaran pendidikan sebesar 20%, ‘Harga’ Draft RUU Keistimewaan Yogya 500 juta Realistis/Tidak?, Kenaikan Gaji DPRD melebihi gaji PNS.

2. Menulis seluruh (isi) berita

Dengan angle yang ditetapkan kemudian modal dasar dalam menulis berita adalah seluruh rangkaian informasi yang telah didapatkan, yaitu 5W+1H. Karena anglenya adalah anggaran pendidikan 20%, maka yang didulukan adalah fakta yang terungkap dalam rapat tentang anggaran tersebut, beserta seluruh argumentasi yang menyertainya. Begitu pula beberapa komentar pelaku (peserta rapat) maupun pakar/pengamat pendidikan yang sengaja dihubungi untuk dimintai pendapatnya.

3. Mengedit berita, isi maupun bahasa Jika berita telah jadi, sentuhan terakhir adalah editing, baik isi maupun bahasanya. Editing isi berarti melihat-mengoreksi adakah isi yang kurang, tidak relevan, kurang sesuai, belum menonjol, dan kurang menyeluruh. Dari bahasa, adakah kalimat yang belum mengalir, sudah sesuaikah antara judul dan lead dan isi seluruh tubuhnya, sudah menggunakan bahasa dan ejaan baku atau belum, dan adakah salah-ketik yang mengganggu pembacaan berita.


Proses Pembuatan & Editing Koran hingga Cetak :


1. Rapat Redaksi / Rapat Perencanaan

Rapat ini mempunyai fungsi untuk mempersiapkan perencanaan liputan harai ini untuk terbitan esok hari. Yang menghadiri rapat ini biasanya pimred dan para redaktur, rapat dimulai sekitar pukul 08.00-09.00 WIB.

2. Pembuatan Surat Penugasan

Hal ini dilakukan oleh redaktur untuk reporter atau wartawan dalam mencari berita guna mengetahui apa yang harus diliput para wartawan dan reporter.

3. Pemberian tugas Reporter

Masing-masing wartawan atau reporter mempunyai jadwal tujuan liputan seperti ekonomi, politik atau olah raga, hal ini diarahkan uleh masing-masing redaktur.

4. Peliputan Reporter

Hal ini merupakan dimana seorang reporter atau wartawan melakukan tugasnya berdasrkan surt penugasan yang diberikan oleh redaktur.

5. Pembuatan Naskah

Hal ini dilakukan reporter setelah melakukan liputan dan menulikan hasil liputan untuk diserahkan kepada redaktur.

6. Proses seleksi dan Editing

Hasil naskah liputan para reporter dan wartawan diseleksi dan di edit oleh redaktur. Serta dikoreksi oleh kerektor sebelum dilanjutkan ke proses pembuatan dummy.

7. Proses Pembuatan Dummy

Hal ini dilakukan oleh redaktur setelah melewati proses seleksi dan editing, dan dilakukan oleh redaktur layout.

8. Proses Cetak

ini adalah proses akhir dari beberapa proses atau mekanisme diatas untuk dijadikan surat kabar media cetak / surat kabar ( ini adalah mekanisme pesmbuata surat kabar harian )


Oleh : Livia Kharisma R.