Pengertian Reportase :
Laporan kejadian (berdasarkan pengamatan atau sumber tulisan).

Proses Pencarian Berita :
Proses pembuatan berita biasanya dimulai dari rapat redaksi, yang juga merupakan jantung operasional media pemberitaan. Rapat redaksi merupakan kegiatan rutin, yang penting bagi pengembangan dan peningkatan kualitas berita yang dihasilkan. Dalam rapat redaksi ini, para reporter, juru kamera, redaktur, bisa mengajukan usulan-usulan topik liputan. Usulan itu sendiri bisa berasal dari berbagai sumber.

Biasanya berita itu sendiri didapatkan melalui berbagai cara, entah itu melalui narasumber terpercaya, media, peristiwa yang sedang hangat dibicarakan publik, internet, majalah, dan masih banyak cara lainnya. Namun, pemilihan berita bukanlah suatu hal yang sembarangan karena memiliki berbagai kriteria, yakni :

  1. Penting.
    Suatu peristiwa diliput jika dianggap punya arti penting bagi mayoritas khalayak; contohnya kenaikan harga bahan bakar minyak, pemberlakuan undang-undang perpajakan yang baru, kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), dan sebagainya, dimana berita-berita tersebut jelas penting karena punya dampak langsung pada kehidupan khalayak.
  2. Aktual.
    Suatu peristiwa dianggap layak diliput jika baru terjadi. Maka, ada ungkapan tentang berita "hangat," artinya belum lama terjadi dan masih jadi bahan pembicaraan di masyarakat. Kalau peristiwa itu sudah lama terjadi, tentu tak bisa disebut berita "hangat," tetapi lebih pas disebut berita "basi."
  3. Unik.
    Karena punya unsur keunikan, kekhasan, atau tidak biasa.
  4. Asas keterkenalan seseorang.
  5. Human interest.
    Suatu peristiwa yang menyangkut manusia, selalu menarik diliput. Mungkin sudah menjadi bawaan kita untuk selalu ingin tahu tentang orang lain.
  6. Unsur konflik.
    Berbagai hal lain yang menyangkut hubungan antar-manusia.
  7. Trend.
    Sesuatu yang sedang menjadi trend atau menggejala di kalangan masyarakat, patut mendapat perhatian untuk diliput media.

Proses Pelaporan Berita :
Setelah selesai meliput, si reporter kembali ke kantor, dan melaporkan hasil liputannya kepada redaktur yang memberi penugasan. Sang redaktur lalu membuat penilaian, apakah hasil liputan itu sudah sesuai dengan rancangan awal, yang sebelumnya ditetapkan dalam rapat redaksi. Apakah ada hal-hal yang baru, yang mungkin lebih menarik diangkat dalam penulisan. Atau, sebaliknya, hasil liputan ternyata justru biasa saja, tidak sehebat atau sedramatis yang diharapkan.
Berdasarkan berbagai pertimbangan itu, redaktur mengusulkan di mana berita itu akan ditempatkan. Sebelum berita ini dimuat, harus melalui proses editing.

Proses Editing :
Setelah reportase berita sudah didapatkan, rekaman reportase diberikan pada editor untuk dipilah-pilah lagi bagian-bagian mana yang penting untuk ditampilkan dan bagian-bagian mana yang kurang penting untuk dipertontonkan ke khalayak. Proses ini bisa dikatakan proses yang sangat penting dalam bagian pembuatan reportase, karena selain untuk menyingkat durasi waktu (karena tiap berita memiliki durasi tertentu dan harus dipatuhi), juga untuk mencegah para penonton bosan menonton sesuatu yang “tidak penting” dilihat. Setelah di edit, rekaman diberikan pada bagian penayangan untuk ditayangkan ke khayalak.





Published by, SILVIA HALIM PRANOTO