CAUTION

Blog Project deadline is 15 February 2010 at 00.00<> (WIB Times). Jangan lupa setiap anggota kelompok diwajibkan untuk memasukkan paling sedikit 5 (lima) postingan mengenai IT Category dengan ketentuan seperti yang sudah dijelaskan pada saat praktikum Komputer yang lalu.

Blog ini Wajib memiliki fasilitas-fasilitas:

  1. Cita Hati Logo
  2. Search Blog
  3. Blog Category (Blog Labels or Label Cloud or Blogumus)
  4. About this Blog (Nama anggota2 kelompok + foto)
  5. ShoutBox
  6. Blogroll (isikan alamat blog/url kelompok2 yang lain)
  7. Latest Post
  8. Latest Comments
  9. Polling (sesuaikan dengan tema field trip)
  10. Blog/Web Counter (Ex : Histat)

Bonus Point :

Jika ada pertanyaan silakan contact saya di : mmeinardi@yahoo.com atau di twitter

 

With God's Love

Enter The Blog

REPORTASE

REPORTASE

Reportase adalah kegiatan meliput, mengumpulkan fakta-fakta tentang berbagai unsur berita, dari berbagai sumber/ narasumber dan kemudian menuliskannya dalam bentuk berita (produk) jadi. Menurut Ibu Joyce, reporter senior TVRI Jatim, reportase yang baik adalah yang berisi fakta, bukan opini reporter.

PROSES PENCARIAN BERITA

Untuk membuat sebuah reportase, hal pertama yang harus dilakukan adalah menentukan topik dan mencari berita suatu peristiwa yang sedang terjadi (teraktual). Misalnya saja kondisi ekonomi Indonesia dan kegiatan pemerintah. Bahan berita tidak pernah habis. Seperti pada saat puasa, stasiun TV biasanya diharapkan untuk lebih sopan, karena itu porsi berita kriminal tidak sebanyak bulan-bulan biasa. Stasiun TV lebih banyak menampilkan berita dengan topik human interest.


Untuk mendapatkan berita stasiun televisi nasional mendapatkannya dari berbagai cara, seperti mengirimkan reporter langsung ke lokasi kejadian. Dari lokasi tersebut reporter melaporkan kejadian secara langsung. Atau cara lain adalah mendapatkan berita dari stasiun TV daerah. Misalnya TVRI Jawa Timur. Berita yang ada di Jawa Timur diliput oleh reporter TVRI Jatim, lalu dikirimkan kepada TVRI pusat. Di TVRI pusat berita yang dikirimkan oleh TVRI daerah diperiksa kembali dan disesuaikan dengan konsep dan jadwal yang ada. Tapi terkadang stasiun televisi harus bekerja sama dengan stasiun televisi lain untuk mendapatkan berita. Contohnya berita pemakaman Gus Dur. TVRI adalah satu-satunya stasiun televisi yang diperbolehkan untuk meliput peristiwa tersebut. Stasiun televisi lain dapat meminta bahan berita tersebut dari TVRI dan ketika berita ditampilkan disertai dengan tulisan sumber berita.


PROSES REPORTASE

Stasiun televisi seperti TVRI adalah stasiun televisi independen yang dibiayai pemerintah. TVRI berusaha menyajikan berita yang seimbang antara sisi negatif dan positif dari pemerintah. Fungsi TVRI adalah sebagai lembaga penyiaran berita seperti stasiun televisi NHK (日本放送協会, Nippon Hōsō Kyōkai) di Jepang atau ABC news.
Stasiun TV milik pemerintah seperti TVRI tentu saja menyiarkan hal yang berbeda dengan stasiun televisi lain. TVRI dituntut untuk menyiarkan fakta. Karena itu di stasiun televisi seperti TVRI tidak ada acara infotainment. Infotainment dianggap hanya memuat gosip atau berita yang tidak pasti kebenarannya dan ini bertentangan dengan prinsip TVRI yang hanya menyajikan fakta.


EDITING

Proses editing berita pada saat ini sebagian besar dilakukan dengan menggunakan komputer. Kebanyakan berita di-dubbing, hanya pada kondisi darurat saja berita tidak di-dubbing. Khusus untuk gambar/foto diedit langsung oleh cameraman, disebut semi-editing. Dari segi tata bahasa untuk stasiun televisi nasional harus menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar, supaya seluruh masyarakat Indonesia dapat memahami isi berita tersebut. Selain itu metode penulisan harus menggunakan metode 5W+1H (What, When, Why, Where, Who dan How). DI TVRI Jatim ada 3 orang di bagian editing yang bekerja dengan sistem shift. Seluruh pegawai stasiun televisi harus siap sedia setiap waktu. Jika ada keadaan darurat dan harus segera dilaporkan, para awak stasiun televisi diwajibkan segera kembali ke kantor untuk mempersiapkan reportase.


Bianda V
Read more...

Berita

Berita

  1. Definisi:

  2. Berita adalah informasi baru atau informasi mengenai sesuatu yang sedang terjadi, disajikan lewat bentuk cetak, siaran, internet / dari mulut ke mulut kepada orang ketiga atau orang banyak.

  3. Proses pencarian berita atau peristiwa:
    Pertama reporter atau koresponden mencari isu-isu yang beredar di masyarakat dengan cara bertanya atau pun mendengar dari kabar burung saja. Terkadang juga reporter menerima undangan untung meliput suatu acara.

  4. Proses pelaporan berita atau reportase:

    Laporan yang ada harus berformat 5W1H. Itu digunakan agar pelaporan berita lebih jelas dan mudah dimengerti. Reporter tidak boleh memberikan opini mereka sendiri ke dalam laporan

  5. Proses editing:

    Setelah semua proses telah dilakukan, proses terakhir adalah proses editing. Disini semua gambar yang telah diambil reporter di betulkan bila ada kesalahan dalam pengambilan gambar. Proses ini dilakukan dengan menggunakan komputer. Berita biasanya disampaikan secara dubbing. Dubbing merupakan informasi penting yang akurat dan berasal dari sumber di lapangan.
Dibuat oleh: Kevin M
Read more...

Laporan Bahasa Indonesia Individu

Pengertian Berita :
Berita adalah laporan tentang suatu kejadian yang baru atau keterangan yang terbaru tentang suatu peristiwa; suatu fakta yang menarik perhatian atau gagasan yang perlu disampaikan kepada khalayak melalui media massa umum.

Teknik/Proses Pencarian Berita :
1. Mencari informasi awal tentang kejadian yang bernilai berita
Informasi awal dapat diperoleh dari berbagai sumber. Media massa (koran harian, internet, radio, televisi) adalah salah satu sumber informasi yang terus mengalir tak pernah henti. Bisa pula dari berbagai sumber personal, seperti pimpinan lembaga, atau kolega (kenalan) yang bekerja untuk suatu perusahaan dan memiliki cukup informasi tentang perusahaan/ lembaga tersebut.
Contoh kejadian: rapat anggaran DPRD, wisuda perguruan tinggi swasta, peresmian cabang baru bank syari’ah, lomba ilmiah remaja, seminar kebebasan pers/ berekspresi, peringatan hari bumi, pelatihan PR khusus BUMN.

2. Memastikan kejadian/ peristiwa yang akan diliput/ dicari informasinya
Melakukan konfirmasi berarti mengecek kepastian; baik kepastian jadi-tidaknya acara, kepastian partisipan/ peserta, penyelenggara, pihak/ pejabat yang akan membuka acara, rangkaian berserta waktu/ lamanya acara, aturan atau tata tertib peliputan (jika ada). Dengan demikian, reporter dapat mempersiapkan segala sesuatu; baik fisik, mental, peralatan, maupun tim peliput.

3. Mendokumentasikan seluruh informasi yang didapatkan
Informasi yang didapatkan setelah peliputan perlu dikumpulkan, disatukan, ‘ditabung’ sehingga siap untuk diolah lebih lanjut menjadi berita. Informasi dapat berupa: keterangan tentang 5W+1H, foto-foto dokumentasi, press release, profil lembaga, pidato, pernyataan tertulis, komentar (wawancara) dua-tiga narasumber, dan kesaksian saksi mata.


Teknik/Proses Penulisan berita :

1. Menetapkan sudut pandang (angle) pemberitaan sesuai (jenis) beritanya

Reporter menetapkan jenis berita yang akan dibuat (straight, soft, feature, analysis), kemudian menetapkan sudut pandang (angle) yang menarik-dan menguntungkan. Ukuran menarik-menguntungkan ini tentu saja dengan (perlu) mengingat sebagian besar khalayak yang akan menikmati berita kita. Angle pada dasarnya adalah penonjolan informasi, sekaligus pintu masuk (entry point) ke dalam berita. Rapat Anggaran DPRD dapat mengambil angle: alokasi anggaran pendidikan sebesar 20%, ‘Harga’ Draft RUU Keistimewaan Yogya 500 juta Realistis/Tidak?, Kenaikan Gaji DPRD melebihi gaji PNS.

2. Menulis seluruh (isi) berita

Dengan angle yang ditetapkan kemudian modal dasar dalam menulis berita adalah seluruh rangkaian informasi yang telah didapatkan, yaitu 5W+1H. Karena anglenya adalah anggaran pendidikan 20%, maka yang didulukan adalah fakta yang terungkap dalam rapat tentang anggaran tersebut, beserta seluruh argumentasi yang menyertainya. Begitu pula beberapa komentar pelaku (peserta rapat) maupun pakar/pengamat pendidikan yang sengaja dihubungi untuk dimintai pendapatnya.

3. Mengedit berita, isi maupun bahasa Jika berita telah jadi, sentuhan terakhir adalah editing, baik isi maupun bahasanya. Editing isi berarti melihat-mengoreksi adakah isi yang kurang, tidak relevan, kurang sesuai, belum menonjol, dan kurang menyeluruh. Dari bahasa, adakah kalimat yang belum mengalir, sudah sesuaikah antara judul dan lead dan isi seluruh tubuhnya, sudah menggunakan bahasa dan ejaan baku atau belum, dan adakah salah-ketik yang mengganggu pembacaan berita.


Proses Pembuatan & Editing Koran hingga Cetak :


1. Rapat Redaksi / Rapat Perencanaan

Rapat ini mempunyai fungsi untuk mempersiapkan perencanaan liputan harai ini untuk terbitan esok hari. Yang menghadiri rapat ini biasanya pimred dan para redaktur, rapat dimulai sekitar pukul 08.00-09.00 WIB.

2. Pembuatan Surat Penugasan

Hal ini dilakukan oleh redaktur untuk reporter atau wartawan dalam mencari berita guna mengetahui apa yang harus diliput para wartawan dan reporter.

3. Pemberian tugas Reporter

Masing-masing wartawan atau reporter mempunyai jadwal tujuan liputan seperti ekonomi, politik atau olah raga, hal ini diarahkan uleh masing-masing redaktur.

4. Peliputan Reporter

Hal ini merupakan dimana seorang reporter atau wartawan melakukan tugasnya berdasrkan surt penugasan yang diberikan oleh redaktur.

5. Pembuatan Naskah

Hal ini dilakukan reporter setelah melakukan liputan dan menulikan hasil liputan untuk diserahkan kepada redaktur.

6. Proses seleksi dan Editing

Hasil naskah liputan para reporter dan wartawan diseleksi dan di edit oleh redaktur. Serta dikoreksi oleh kerektor sebelum dilanjutkan ke proses pembuatan dummy.

7. Proses Pembuatan Dummy

Hal ini dilakukan oleh redaktur setelah melewati proses seleksi dan editing, dan dilakukan oleh redaktur layout.

8. Proses Cetak

ini adalah proses akhir dari beberapa proses atau mekanisme diatas untuk dijadikan surat kabar media cetak / surat kabar ( ini adalah mekanisme pesmbuata surat kabar harian )


Oleh : Livia Kharisma R.


Read more...

Berita

BERITA

Berita adalah informasi baru atau informasi mengenai sesuatu yang sedang terjadi, disajikan lewat bentuk cetak, siaran, internet / dari mulut ke mulut kepada orang ketiga atau orang banyak.

Teknik Pencarian Berita: - wawancara
- internet
- pengamatan di lapangan
- kajian pustaka
Teknik Penulisan Berita

a. What : Apa yang terjadi

b. Where : Tempat Kejadian

c. When : Waktu sebuah peristiwa

d. Who : Sumber/ Tokoh yang menjadi pemeran utama dalam berita

e. Why : Mengapa peristiwa itu terjadi

f. How : Situasi / suasana

Konstruksi kalimat

a. Lead atau kepala berita : kalimat yang menjadi bagian terpenting dari sebuah berita sehingga menempati alinea pertama dari sebuah berita.

Penulisan Lead :

1. Berisi kalimat langsung yang mudah dimengerti pembaca

2. Mencakup unsure 5W + 1H

3. Ditempatkan di alinea pertama

4. Maksimal tiga kalimat yang tidak bertele – tele

5. Merupakan bagian terpenting dari berita

b. Isi Berita : Pengembangan Why dan How

Proses Pembuatan & Editing Koran Hingga Dicetak

1. Dibagi oleh 2 bagian yaitu oleh perusahaaan dan keredaksian.

Bagian perusahaan menangani pengadaan bahan baku koran (kertas, tinta, percetakan dll), pengadaan iklan dan pemasaran/sirkulasi.

Bagian keredaksian mengurusi persoalan “isi” koran yang dikelompokkan dalam berita (hard/soft), feature, opini (termasuk tajuk), karikatur, foto, gambar, dan penempatan iklan.

2. “Bahan dasar” tersebut oleh redaktur “diolah” sedemikian rupa sehingga layak layak muat.

3. Berdasar kesepakatan sidang redaksi tersebut, berita dikemas dalam halaman-halaman koran melalui suatu proses tata letak (layout) yang dilakukan petugas-petugas pra-cetak.

4. Output dari petugas layout adalah lembaran-lembaran halaman koran dalam bentuk film yang siap “di-plate” .

5. mencetak koran & mengemas koran

6. dibawa ke agen/loper untuk didistribusikan

Sumber

http://filavier.wordpress.com/2009/12/04/tahapan-tahapan-menulis-berita/
http://digilib.uin-suka.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=read&id=digilib-uinsuka--firmansyah-2463
www.radarcirebon.com/.../681-penasaran-pembuatan-koran.htm

By: Rendy 11 IPA2

Read more...

Laporan Reportase BI

Pengertian Reportase :
Laporan kejadian (berdasarkan pengamatan atau sumber tulisan).

Proses Pencarian Berita :
Proses pembuatan berita biasanya dimulai dari rapat redaksi, yang juga merupakan jantung operasional media pemberitaan. Rapat redaksi merupakan kegiatan rutin, yang penting bagi pengembangan dan peningkatan kualitas berita yang dihasilkan. Dalam rapat redaksi ini, para reporter, juru kamera, redaktur, bisa mengajukan usulan-usulan topik liputan. Usulan itu sendiri bisa berasal dari berbagai sumber.

Biasanya berita itu sendiri didapatkan melalui berbagai cara, entah itu melalui narasumber terpercaya, media, peristiwa yang sedang hangat dibicarakan publik, internet, majalah, dan masih banyak cara lainnya. Namun, pemilihan berita bukanlah suatu hal yang sembarangan karena memiliki berbagai kriteria, yakni :
  1. Penting.
    Suatu peristiwa diliput jika dianggap punya arti penting bagi mayoritas khalayak; contohnya kenaikan harga bahan bakar minyak, pemberlakuan undang-undang perpajakan yang baru, kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), dan sebagainya, dimana berita-berita tersebut jelas penting karena punya dampak langsung pada kehidupan khalayak.
  2. Aktual.
    Suatu peristiwa dianggap layak diliput jika baru terjadi. Maka, ada ungkapan tentang berita "hangat," artinya belum lama terjadi dan masih jadi bahan pembicaraan di masyarakat. Kalau peristiwa itu sudah lama terjadi, tentu tak bisa disebut berita "hangat," tetapi lebih pas disebut berita "basi."
  3. Unik.
    Karena punya unsur keunikan, kekhasan, atau tidak biasa.
  4. Asas keterkenalan seseorang.
  5. Human interest.
    Suatu peristiwa yang menyangkut manusia, selalu menarik diliput. Mungkin sudah menjadi bawaan kita untuk selalu ingin tahu tentang orang lain.
  6. Unsur konflik.
    Berbagai hal lain yang menyangkut hubungan antar-manusia.
  7. Trend.
    Sesuatu yang sedang menjadi trend atau menggejala di kalangan masyarakat, patut mendapat perhatian untuk diliput media.

Proses Pelaporan Berita :
Setelah selesai meliput, si reporter kembali ke kantor, dan melaporkan hasil liputannya kepada redaktur yang memberi penugasan. Sang redaktur lalu membuat penilaian, apakah hasil liputan itu sudah sesuai dengan rancangan awal, yang sebelumnya ditetapkan dalam rapat redaksi. Apakah ada hal-hal yang baru, yang mungkin lebih menarik diangkat dalam penulisan. Atau, sebaliknya, hasil liputan ternyata justru biasa saja, tidak sehebat atau sedramatis yang diharapkan.
Berdasarkan berbagai pertimbangan itu, redaktur mengusulkan di mana berita itu akan ditempatkan. Sebelum berita ini dimuat, harus melalui proses editing.

Proses Editing :
Setelah reportase berita sudah didapatkan, rekaman reportase diberikan pada editor untuk dipilah-pilah lagi bagian-bagian mana yang penting untuk ditampilkan dan bagian-bagian mana yang kurang penting untuk dipertontonkan ke khalayak. Proses ini bisa dikatakan proses yang sangat penting dalam bagian pembuatan reportase, karena selain untuk menyingkat durasi waktu (karena tiap berita memiliki durasi tertentu dan harus dipatuhi), juga untuk mencegah para penonton bosan menonton sesuatu yang “tidak penting” dilihat. Setelah di edit, rekaman diberikan pada bagian penayangan untuk ditayangkan ke khayalak.





Published by, SILVIA HALIM PRANOTO

Read more...

Indonesia

Tentang Reportase


Reportase:

Pencarian berita mengenai isu yang aktual yang sedang terjadi dan melaporkan kejadiannya langsung kepada masyarakat.

Proses pencarian berita atau peristiwa:

Pertama reporter atau koresponden harus mencari berita yang dapat memberikan informasi yang harus diketahui oleh masyarakat. Informasi tersebut dapat diperoleh oleh reporter dengan mencari sendiri maupun dengan adanya sumber-sumber yang aktual dan terpecaya. Berita juga dapat diperoleh reporter juga dengan ada yang mengundangnya.

Proses pelaporan berita atau reportase:

Reporter melaporkan sesuatu laporan harus menggunakan 5W1H. Hal itu wajib dipenuhi oleh para reporter agar berita yang mereka tampilkan sangat jelas dan tidak membingungkan pembaca. Kemudian di dalam isi laporan berita juga tidak boleh ada opini dari reporter. Berita tersebut harus benar – benar sesuai dengan fakta yang terjadi dan harus ada sumbernya agar dapat menguatkan isi dari berita tersebut.

Proses editing:

Setelah proses pencarian dan pelaporan berita, selanjutnya berita akan melalui proses editing sebelum disampaikan ke masyarakat. Proses editing dilakukan dengan komputer. Biasanya berita disampaikan secara dubbing kecuali berita itu benar – benar emergency. Sudah ada petugas yang khusus untuk melakukan dubbing untuk berita. Tetapi dubbing pada saat editing merupakan informasi yang akurat dan berasal dari sumber yang jelas.

Dibuat oleh : Besaliel (11 IPA 2)



Read more...

TVRI

Bahasa Indonesia

Pada tanggal 12 Febuari 2010, kami sekelompok mendapat tugas untuk menuju ke Stasiun TVRI, yang sudah berdiri di jalan Mayjend Sungkono no 124 sejak 3 Maret 1978.
Setibanya kami disana, kami disambut oleh Bu Joyce. Beliau merupakan seorang reporter yang telah bekerja selama 28 tahun di TVRI dan sempat mengajar sebagai salah satu dosen di Universitas Kristen Petra, Surabaya.
Beliau merupakan pribadi yang sangat humoris dan ramah. Kami sekelompok sangat senang bertanya-tanya berbagai macam mengenai hal-hal tentang TVRI pada beliau. Terkadang ia menjawab pertanyaan-pertanyaan kami dengan senda-gurau hingga membuat kita semua terbahak-bahak.

Menurut Bu Joyce, pengertian dari reportase itu sendiri merupakan kegiatan meliput, mengumpulkan fakta-fakta tentang berbagai unsur berita, dari berbagai sumber/ narasumber dan kemudian menuliskannya dalam bentuk berita (produk) jadi.
Reportase yang baik adalah seluruhnya merupakan fakta, dan sang reporternya tidak diperbolehkan untuk mengungkapkan opininya ke hadapan publik, hanya opini narasumber profesional saja yang bisa disiarkan.
Sementara berita merupakan informasi penting yang patut diketahui masyarakat.

TVRI selalu mencari berita / isu-isu aktual yang sedang terjadi. Berdirinya TVRI pada tahun 1961 dilatarbelakangi oleh pemerintah Indonesia yang memutuskan untuk memasukan proyek media massa televisi kedalam proyek pembangunan ASIAN GAMES IV di bawah koordinasi urusan proyek ASEAN GAMES IV.
Hingga kini, TVRI tetap lebih mengutamakan kegiatan-kegiatan yang diadakan oleh provinsi, terutama gubernur. TVRI juga selalu menyiarkan hal-hal baik maupun buruk mengenai pemerintah, TVRI berusaha se-netral mungkin dalam menampilkan sebuah berita, ini bertujuan supaya para penonton dapat melihat dua sisi yang berbeda dalam tiap masalah.
Bu Joyce juga menekankan bahwa TVRI hanya menyiarkan berita-berita fakta saja, mereka tidak akan menyiarkan berita yang belum pasti kebenarannya, apalagi gosip-gosip selebritis, TVRI sama sekali tidak pernah menyiarkan hal itu. Dana diperoleh oleh TVRI dari pemerintah secara independen, bukan melalui kendaraan politik.

Cara pencarian berita yakni dengan mencari informasi dari berita-berita yang sedang terjadi saat kini dari berbagai sumber, entah itu koran / radio / internet, tetapi biasanya sudah ada narasumber yang mengabari. Setelah itu, melakukan konfirmasi untuk mengecek kepastian berita pada tempat kejadian. Lalu dilanjutkan dengan datang ke tempat kejadian dan mendokumentasikan berita-berita penting yang perlu diketahui masyarakat.
Dalam pencarian berita, TVRI masih tetap berpegang pada 5W1H (What, When, Where, Who, Why & How) yang lalu ditambah dengan kesaksian dari saksi-saksi sekitar maupun narasumber itu sendiri supaya lebih terpercaya lagi.
Setelah mendokumentasikan berita, proses masih berlanjut lagi, dokumen-dokumen akan diberikan pada para editor yang akan langsung mengedit dan memilah-milah mana bagian-bagian penting untuk disiarkan dan yang tidak penting. Ini dilakukan juga untuk mengurangi durasi waktu. TVRI menggunakan tiga orang editor dalam 24 jam, biasanya mereka bergantian jaga dalam 1 hari. Biasanya si editor langsung mengedit video dengan program di komputer, setelah selesai, video yang sudah siap akan diberikan pada bagian pemancar untuk siap-siap ditayangkan ke publik.




Read more...

Museum Kesehatan dr. Adhyatma, MPH.

Sejarah Museum


Museum ini didirikan pada tanggal 14 September 2004 dan diresmikan oleh Bapak Achmad Sujudi, Menteri Kesehatan RI pada saat itu. Pada museum tersebut terdapat banyak alat-alat kesehatan yang digunakan oleh para ahli kesehatan pada zaman dahulu.

Namun dengan berkembangnya teknologi pada zaman sekarang, maka sebagian dari alat-alat tersebut sudah tidak digunakan lagi. Secara umum museum ini menggambarkan upaya manusia untuk menjaga kesehatan sekaligus sebagai tempat penelitian mengenai kesehatan.


Biologi

Hewan-hewan yang telah diawetkan antara lain:
- Tikus: sebagai vektor penyakit PES
- Sapi: menularkan penyakit melalui mulut dan kuku. Penyakit anthrax ditularkan
melalui kulit sedangkan TBC melalui susunya.
- Trenggiling: menularkan penyakit lepra
- Musang: pembawa virus SARS.
- Ikan Buntek: menyebabkan keracunan.

Tujuan dari pengawetan hewan-hewan ini adalah sebagai media pembelajaran bagi masyarakat yang ingin melihat secara langsung beberapa bentuk-bentuk hewan yang menyebabkan penyakit-penyakit disekitar kita, tetapi ada beberapa hewan yang telah sulit ditemukan pada saat sekarang ini, contohnya seperti trenggiling. Sehingga beberapa masyarakat memanfaatkannya untuk melihat bentuk trenggiling yang asli.

Sejarah

- Gambar-gambar Benda Sejarah

Di museum ini disimpan benda-benda yang berhubungan dengan kesehatan dan dianggap mempunyai kekuatan magis. Tapi pada umumnya benda-benda itu dapat menyembuhkan karena sugesti dari pasien itu sendiri. Jika sang pasien merasa yakin akan sembuh jika menggunakan benda-benda tersebut, maka penyakit tersebut bisa saja dapat sembuh.

Tapi memang ada beberapa hal yang tidak logis, contohnya seperti hasil foto-foto rontgen para korban santet. Walaupun begitu hasil foto tersebut tidak dapat dibuktikan kebenarannya.


Read more...

Ask.com


Ask.com (or Ask Jeeves in the United Kingdom) is a search engine founded in 1996 by Garrett Gruener and David Warthen in Berkeley, California. The original search engine software was implemented by Gary Chevsky from his own design. Chevsky, Justin Grant, and others built the early AskJeeves.com website around that core engine. Three venture capital firms, Highland Capital Partners, Institutional Venture Partners, and The RODA Group were early investors. Ask.com is currently owned by InterActiveCorp under the NASDAQ symbol IACI.

History
Ask.com was originally known as Ask Jeeves, where "Jeeves" is the name of the "gentleman's personal gentleman", or valet, fetching answers to any question asked. The character was based on Jeeves, Bertie Wooster's fictional valet from the works of P. G. Wodehouse.

The original idea behind Ask Jeeves was to allow users to get answers to questions posed in everyday, natural language, as well as traditional keyword searching. The current Ask.com still supports this, with added support for math, dictionary, and conversion questions.
Ask.com headquarters in Oakland, California

In 2005, the company announced plans to phase out Jeeves. On February 27, 2006, the character disappeared from Ask.com, and was stated to be "going in to retirement." The website prominently brought the character back in 2009.

InterActiveCorp owns a variety of sites including country-specific sites for UK, Germany, Italy, Japan, The Netherlands, and Spain along with Ask Kids, Teoma (now ExpertRank) and several others (see this page for a complete list). On June 5, 2007 Ask.com relaunched with a 3D look.

On May 16, 2006, Ask implemented a "Binoculars Site Preview" into its search results. On search results pages, the "Binoculars" let searchers capture a sneak peak of the page they could visit with a mouse-over activating screenshot pop-up.

In December 2007, Ask released the AskEraser feature, allowing users to opt-out from tracking of search queries and IP and cookie values. They also vowed to erase this data after 18 months if the AskEraser option is not set. The Center for Democracy and Technology's positive evaluation of AskEraser differed from that of privacy groups including the Electronic Privacy Information Center who found problems such as the requirement that HTTP cookies be enabled for AskEraser to function.

On July 4, 2008 InterActiveCorp announced the acquisition of Lexico Publishing Group, which owns Dictionary.com, Thesaurus.com, and Reference.com.

On April 20, 2009, the "Jeeves" character re-appeared on ask.com, standing on the left side of the page. His name, however, is still not mentioned. ask.co.uk still calls itself "Ask Jeeves", featuring the same character.

http://en.wikipedia.org/wiki/Ask.com


Made by : Kevin M (11 IPA 2)

Read more...