Museum ini didirikan pada tanggal 14 September 2004 dan diresmikan oleh Bapak Achmad Sujudi, Menteri Kesehatan RI pada saat itu. Pada museum tersebut terdapat banyak alat-alat kesehatan yang digunakan oleh para ahli kesehatan pada zaman dahulu.
Namun dengan berkembangnya teknologi pada zaman sekarang, maka sebagian dari alat-alat tersebut sudah tidak digunakan lagi. Secara umum museum ini menggambarkan upaya manusia untuk menjaga kesehatan sekaligus sebagai tempat penelitian mengenai kesehatan.
Biologi
Hewan-hewan yang telah diawetkan antara lain:
- Tikus: sebagai vektor penyakit PES
- Sapi: menularkan penyakit melalui mulut dan kuku. Penyakit anthrax ditularkan
melalui kulit sedangkan TBC melalui susunya.
- Trenggiling: menularkan penyakit lepra
- Musang: pembawa virus SARS.
- Ikan Buntek: menyebabkan keracunan.
Tujuan dari pengawetan hewan-hewan ini adalah sebagai media pembelajaran bagi masyarakat yang ingin melihat secara langsung beberapa bentuk-bentuk hewan yang menyebabkan penyakit-penyakit disekitar kita, tetapi ada beberapa hewan yang telah sulit ditemukan pada saat sekarang ini, contohnya seperti trenggiling. Sehingga beberapa masyarakat memanfaatkannya untuk melihat bentuk trenggiling yang asli.
Sejarah
- Gambar-gambar Benda Sejarah
Di museum ini disimpan benda-benda yang berhubungan dengan kesehatan dan dianggap mempunyai kekuatan magis. Tapi pada umumnya benda-benda itu dapat menyembuhkan karena sugesti dari pasien itu sendiri. Jika sang pasien merasa yakin akan sembuh jika menggunakan benda-benda tersebut, maka penyakit tersebut bisa saja dapat sembuh.
Tapi memang ada beberapa hal yang tidak logis, contohnya seperti hasil foto-foto rontgen para korban santet. Walaupun begitu hasil foto tersebut tidak dapat dibuktikan kebenarannya.

0 komentar:
Posting Komentar