Biologi


Pada tempat pertama, kelompok kami mendapatkan kesempatan untuk mengunjungi Kampung Wisata Rungkut.

Kampung tersebut merupakan tempat yang telah dinobatkan sebagai kampung bersih oleh pemerintah, Masyarakat Kampung Wisata Rungkut Lor juga memiliki pembudidayaan tanaman boga yang dapat dimanfaatkan sebagai obat. Hal ini mereka lakukan karena kesadaran masyarakat sekitar yang peduli akan kesehatan masyarakat sekitar.

Keuntungan dalam penggunaan tanaman boga sebagai obat, yaitu kita tidak perlu mengeluarkan banyak biaya, karena tanaman boga dapat kita temukan dimana-mana, dan juga pengolahan tanaman boga sangatlah mudah, cara pengolahan tanaman boga, antara lain direbus, ditumbuk, dll. Sehingga tidak memerlukan alat khusus.

Sedangkan dalam pengolahan obat yang berbahan dasar kimia, kita harus memerlukan alat khusus yang mahal untuk menghasilkan obat. Kemudian penggunaan obat dari tanaman boga juga relatif lebih aman, karena tidak mengandung bahan kimia yang membahayakan tubuh.

Tanaman yang berada di sekitar kampung juga membuat pemandangan menjadi lebih asri, dan juga membuat udara menjadi lebih segar, karena pada siang hari tanaman menyerap CO2 dan mengeluarkan O2.

Geografi

  1. SDA yang dikelola: Tanaman Toga dan kertas
  2. Tahap pengolahan:
    Masyarakat sekitar melestarikan flora yang berfungsi sebagai obat-obatan, mereka secara bersama-sama mengelolah tanaman-tanaman toga.
    Contohnya mereka melakukan pemupukan bersama-sama terhadap tanaman-tanaman tersebut. Kemudian mereka juga mengadakan gotong royong untuk membersihkan tanaman-tanaman sekitar.
    Untuk Pengolahan kertas, mereka mengumpulkan kertas-kertas bekas yang sudah tidak digunakan lagi, kemudian mereka mengolahnya kembali untuk dijadikan kertas baru yang dapat digunakan lagi.
  3. Hasil Produksi: Kertas
  4. Dampak positif:
    - Mengurangi penumpukan sampah yang bisa menyebabkan polusi dan penyakit.
    - Membantu masyarakat untuk mendapatkan obat yang lebih murah dan aman
    Dampak negatif:
    - Membutuhkan waktu yang cukup lama.
  5. Hambatan yang dihadapi
    Hambatan utamanya adalah terkadang ada masyarakat yang sulit untuk diajak untuk mengolah sampah bersama-sama. Tetapi di masyarakat di Kampung Rzungkut Lor, memiliki kesepakatan bersama, yaitu setiap masyarakatnya wajib untuk memilah-milah sampah berdasarkan jenis-jenisnya (organik dan anorganik). Jika tidak masyarakat tidak melakukan tersebut, maka para petugas kebersihan tidak akan mengambil sampah tersebut.
  6. Solusi
    Pemerintah memberikan perhatiannya dengan menganugerahi Kampung Rungkut Lor sebagai Kampung Wisata yang bersih. Penghargaan ini diharapkan dapat memacu masyarakat untuk berbuat lebih baik lagi.

Civic


Pada awalnya masyarakat dimobilisasi oleh Universitas Surabaya. Tapi akhirnya timbul kesadaran dari masyarakat sendiri untuk aktif melakukan proses pengolahan sampah.

Karena kesadaran sendiri mereka terus memilah dan mendaur ulang sampah. Kemudian pada tanggal 18 Oktober 2008 pemerintah mulai memberikan perhatian, yaitu dengan menganugerahi Rungkut Lor sebagai Kampung Wisata pada tahun 2008.

Sehingga Kampung Wisata Rungkut Lor telah didatangi oleh 3 negara lain.